Rabu, 23 November 2011

sejarah Bolton Wanderers

Bolton Wanderers Berdiri: 1874
Alamat: Burnden Way, Lostock Bolton BL6 6JW England
Telepon: 01204.673 673
Faksimile: 01204.673 773
Surat Elektronik: reception@bwfc.co.uk
Laman Resmi: http://www.bwfc.co.uk
Ketua: Phil Gartside
Direktur: Allan Duckworth
Stadion: Reebok Stadium
Sejarah Singkat
Bolton Wanderers adalah klub terlama yang menghabiskan masa peredaran di divisi teratas kompetisi sepakbola Inggris tanpa memenanginya satu kalipun. Sejak didirikan pada 1874, musim ini merupakan musim ke-71 bagi Bolton berlaga di top tier. Pada 1923, Bolton menjadi tim peraih trofi Piala FA pertama di stadion Wembley. Laga final melawan West Ham United dikenang sepanjang masa sebagai The White Horse Final. Tak kurang dari 127 ribu penonton menyaksikan momen bersejarah itu.

Selain menjuarai Piala FA empat kali selama 1920-an dan 1958, Bolton lebih sering berkutat di divisi bawah sepakbola Inggris. Titik nadir prestasi klub terjadi pada 1987 ketika klub harus mencicipi Divisi Empat. Titik balik sejarah klub terjadi pada musim panas 1992 ketika Bruce Rioch menjadi manajer tim. Rioch membawa Bolton mencapai Liga Primer pada 1995. Tapi, kesuksesan tersebut membuat Rioch dipercaya menangani Arsenal dan Bolton kembali degradasi musim berikutnya. Colin Todd membangkitkan Bolton dengan menjuarai Championship 1996/97 dan bertahan di Liga Primer.

Kekuatan Bolton mencapai puncaknya ketika ditangani Sam Allardyce. Meski masih berkutat di papan bawah, pelan-pelan Allardyce membentuk karakter terhadap Bolton. Berturut-turut pada 2004 dan 2005, Allardyce membawa Bolton berjaya dengan menduduki posisi kedelapan dan keenam liga. Prestasi terbaik klub hingga saat ini. Sayangnya, sepeninggal Allardyce, Bolton masih belum mampu melepaskan diri sebagai tim yang lebih sering berkutat di papan bawah klasemen.
Catatan Prestasi
4 kali juara Piala FA (1922/23, 1925/26, 1928/29, 1957/58)

1 kali juara Championship (1996/97)

1 kali juara Divisi Tiga lama (1972/73)

Sikap Ke Fans
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.0
Faktor Kebencian
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.5
Manajemen
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.0
Kekuatan Belanja
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
5.5
Stabilitas
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.5
Stadion
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.5
Dukungan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
5.0
Jersey
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
7.0
Penggunaan Dana
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.0
Kualitas Laman Web
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.5
Jangkauan Global
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
4.5
Sistem Pembinaan Remaja
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
6.5
 

sejarah Wolverhampton Wanderers

Wolverhampton Wanderers Berdiri: 1889
Alamat: Molineux Stadium, Waterloo Road, Wolverhampton WV1 4QR England
Telepon: 0871 222 2220
Faksimile: 01902 687006
Surat Elektronik: info@wolves.co.uk
Laman Resmi: http://www.wolves.co.uk
Ketua: Steve Morgan OBE
Direktur: Jez Moxey
Stadion: Molineux
Sejarah Singkat
Dua siswa sekolah St Luke mendirikan klub sepakbola pada 1877 dan dua tahun kemudian mereka bergabung dengan klub kriket dan sepakbola The Wanderers untuk membentuk Wolverhampton Wanderers. Klub menjadi salah satu pendiri Football League pada 1888 dan menempati peringkat ketiga klasemen akhir. Wolves juga mampu mencapai final Piala FA, meski dikalahkan Preston North End, sang juara liga.

Sempat menjuarai Piala FA 1893, Wolves beberapa kali harus turun divisi. Bahkan musim 1922/23, klub terhempas ke Divisi Tiga. Status sebagai peserta Divisi Satu kembali diraih satu dasawarsa berikutnya. Sebelum Perang Dunia II, Wolves disegani di Inggris. Pada 1938/39, mereka nyaris menjuarai liga jika tidak menderita kekalahan 1-0 dari Sunderland. Arsenal akhirnya juara musim itu. Wolves lagi-lagi menjadi runner-up musim berikutnya, kali ini di bawah Everton. Kejayaan baru tercipta pada 1950-an ketika bersama kapten Billy Wright, Wolves menyabet mahkota liga tiga kali.

Pada era itu, bermain dengan siraman lampu stadion merupakan kemewahan tersendiri. Wolves memasang lampu di Molineux pada 1953. Selama beberapa bulan berikutnya, Wolves banyak mengundang tim-tim luar negeri untuk mengadakan pertandingan persahabatan. Wolves juga mengundang FC Honvest Budapest, yang dianggap penjelmaan timnas Hungaria, Magical Magyars, salah satu tim terkuat di dunia saat itu. Wolves berhasil menang 3-2 dan pers Inggris ramai-ramai mendapuk mereka sebagai "juara dunia". Hal inilah yang kian menyemangati Gabriel Hanot, editor L'Equipe, untuk mencetuskan ide kompetisi antarklub Eropa.

Setelah menjadi runner-up Piala UEFA 1970/71, Wolves pelan-pelan melemah. Pada 1980-an klub nyaris bubar akibat kendala finansial. Untuk kali pertama Wolves tergusur ke Divisi Empat karena menderita tiga kali degradasi berturut-turut. Pada 1987, klub diselamatkan dewan kota. Kepemilikan klub mengalami perubahan dan dengan pelatih Graham Turner, Wolves mulai bangkit. Pada 1989, Wolves mampu kembali ke Divisi Dua. Salah satu pemain kunci tim saat itu adalah Steve Bull, yang total mencetak rekor 306 gol untuk klub hingga pensiun musim 1998/99. Berkat kecermelangan tersebut, Bull sempat masuk skuad timnas Inggris pada Piala Dunia 1990 sekaligus menjadi satu-satunya pemain Wolves yang menjadi pemain timnas dalam 25 tahun terakhir abad ke-20.
Catatan Prestasi
3 kali juara Liga Primer / Divisi Satu lama (1953/54, 1957/58, 1958/59)

4 kali juara Piala FA (1892/93, 1907/08, 1948/49, 1959/60)

3 kali juara Championship / Divisi Dua lama (1931/32, 1976/77, 2008/09)

2 kali juara Divisi Tiga lama (1923/24, 1988/89)

1 kali juara Divisi Empat lama (1987/88)

2 kali juara Piala Football League (1973/74, 1979/80)

1 kali juara Football League Trophy (1987/88)

4 kali juara Charity Shield (1949, 1954, 1959, 1960

Selasa, 22 November 2011

sejarah west ham united

Berdiri: 1900
Alamat: Boleyn Ground, Green Street, upton Park, London, E13 9AZ England
Telepon: 020.854.82.748
Faksimile: 020.854.82.700
Surat Elektronik: customerservices@westhamunited.co.uk
Laman Resmi: http://www.whufc.com
Ketua: David Sullivan, David Gold
Direktur: Daniel Harris, Bob Ellis
Stadion: Boleyn Ground (Upton Park)
Sejarah Singkat
Cikal bakal klub dimulai ketika para pekerja Thames Ironworks mendirikan tim sepakbola pada 1895. Tim berlaga di beberapa kompetisi amatir dan pernah menjuarai beberapa turnamen lokal. Tiga tahun berselang, klub beralih status menjadi profesional dan mulai berlaga di Divisi Dua Southern League. Pada 1899, warna seragam klub yang biru diubah menjadi paduan marun dan biru muda karena terinspirasi sukses Aston Villa, juara liga saat itu. Namun, masalah finansial menghampiri klub dan pada 1900, klub dirombak dan diluncurkan kembali dengan nama baru, West Ham United FC.

Musim 1922/23, West Ham sukses meraih promosi ke Divisi Satu Football League, kasta tertinggi kompetisi sepakbola Inggris saat itu. Tak hanya itu, West Ham juga mampu melaju ke babak puncak Piala FA, yang untuk kali pertama digelar di Wembley, dikenal dengan White Horse Final. Laga puncak tersebut dipenuhi hingga 200.000 penonton dan lapangan harus "dibersihkan" dari lautan manusia oleh seekor kuda putih bernama Billie. Sayangnya, West Ham dikalahkan Bolton Wanderers, 2-0, pada partai itu.

West Ham dianggap sebagai salah satu kunci kesuksesan Inggris saat menjuarai Piala Dunia 1966. Empat gol yang diciptakan Inggris di final merupakan kontribusi dua pemain West Ham, Martin Peters dan Geoff Hurst. Kapten tim saat itu, Bobby Moore, adalah seorang legenda West Ham. Namun, prestasi tim mulai menurun periode 1970-an, ketika klub harus turun naik divisi. Ketika Liga Primer digulirkan, West Ham selalu menjadi bagian dari anggota top tier kecuali dalam tiga musim. Prestasi terbaik West Ham pada periode ini adalah dengan menempati peringkat kelima musim 1998/99 saat masih ditangani Harry Redknapp.

Di Inggris, reputasi West Ham juga dikenal sebagai klub yang mencetak pesepakbola top. Sejak 1950-an, klub mendirikan pusat pembinaan pemain muda yang dibentuk manajer Ted Fenton. Hasil pembinaan tersebut menciptakan para pemain seperti Moore, Peters, dan Hurst, yang menjadi anggota tim juara dunia 1966. Pada periode selanjutnya, akademi memberikan Hammers banyak pemain ternama, seperti Trevor Brooking, Tony Cottee, Paul Ince, Rio Ferdinand, Joe Cole, Michael Carrick, Glen Johnson, hingga Frank Lampard.
Catatan Prestasi
1 kali juara Piala Winners (1964/65)

3 kali juara Piala FA (1963/64, 1974/75, 1979/80)

2 kali juara Divisi Dua lama (1957/58, 1980/81)

1 kali juara Piala Intertoto (1999)

1 kali juara Charity Shield (1964)

sejarah Norwich City

Berdiri: 1902
Alamat: Carrow Road, Norwich, NR1 1JE, UK England
Telepon: +44 (0)1603 760760
Ketua: Alan Bowkett
Direktur: Michael Foulger and Stephan Phillips
Stadion: Carrow Road
Sejarah Singkat
Di sebuah kafe, Norwich City didirikan pada 17 Juni 1902. Pertandingan pertama yang mereka mainkan terjadi 6 September 1902 dengan menghadapi Harwich & Parkeston di stadion Newmarket Road. Pada 1905, Norwich menanggalkan status amatir dan menjadi profesional. Julukan yang mereka pakai adalah Canaries karena popularitas burung kenari di kota tersebut saat itu.

Norwich baru berhasil mencicipi kasta tertinggi sepakbola Inggris pada musim 1971/72 bersama manajer Ron Saunders. Setahun berselang, untuk kali pertama mereka tampil di stadion Wembley meski kemudian dikalahkan Tottenham Hotspur 1-0 di ajang Piala Liga.

Musim 1984/85 menjadi musim yang ironi bagi Norwich. Mereka berhasil menjuarai Piala Liga, tetapi terdegradasi ke divisi satu. Rekor tersebut menjadikan Norwich sebagai klub Inggris pertama yang berhasil menjuarai sebuah piala dan terdegradasi pada musim yang sama. Catatan ini baru terulang lagi musim lalu dengan menimpa Birmingham City. Sayangnya, jatah Norwich tampil di kompetisi Eropa dibatalkan akibat Tragedi Heysel.

Salah satu musim penuh kenangan bagi Norwich terjadi pada 1992/93 atau persis pada era Liga Primer dimulai. Mendominasi liga sejak awal hingga menjelang akhir, Canaries akhirnya harus puas menempati peringkat ketiga di belakang juara Manchester United dan Aston Villa. Musim berikutnya mereka tampil di Piala UEFA dan berhasil mengalahkan Bayern Munich di kandang lawan, meski kemudian disingkirkan Inter Milan.

Musim 1994/95, Norwich terdegradasi ke divisi Championship dan baru berhasil kembali ke level tertinggi sembilan tahun berselang, 2003/04. Namun, mereka langsung terdegradasi kembali dan dimulailah periode muram bagi klub kuning-hijau ini. Musim 2008/09, setelah serangkaian kemelut kepelatihan, Norwich terempas ke divisi dua atau setingkat di bawah divisi Championship.

Muncul lah sosok juru selamat pada diri Paul Lambert. Eks pemain Norwich asal Skotlandia ini berhasil membawa Norwich menjuarai divisi dua dan kembali ke Championship pada musim debutnya. Seakan belum puas menularkan inspirasi, Lambert kembali sukses mengangkat Norwich ke divisi teratas sepakbola Inggris hanya dalam waktu dua musim!

Inspirasi seperti itu kembali dibutuhkan Norwich dalam mengatasi tantangan di Liga Primer musim ini.
Catatan Prestasi
3 kali juara Divisi Championship (1971/72, 1985/86, 2003/04)

2 kali juara Football League Divisi Dua (1933/34, 2009/10)

2 kali juara Piala Liga (1961/62, 1984/85)

sejarah Swansea City

Berdiri: 1912
Ketua: Huw Jenkins
Direktur: David Morgan, Brian Katzen, Gwilym Joseph, Martin Morgan, Huw Cooze, Steve Penny
Stadion: Liberty Stadium, Swansea
Sejarah Singkat
Swensea City Association Football Club merupakan salah satu klub profesional sepakbola yang berbasis di kota Swansea, Wales. Dibentuk pada 1912 dan bergabung dengan kompetisi Football League -- kasta kedua sepakbola Inggris di bawah Liga Primer Inggris -- sejak tahun 1921.

Sebelumnya Klub ini dikenal dengan nama Swansea Town, namun di tahun 1969, mereka mengadopsi nama Swansea City untuk merefleksikan status baru Swansea juga sebagai sebuah kota.

Dalam kurun antara tahun 1981 dan 1983, Swansea mampu merepresentasikan kekuatan mereka di Football League First Division -- nama awal kompetisi Liga Primer Inggris -- dan finis di posisi keenam dalam musim pertamanya di level tersebut sebelum pada 1992 diciptakanlah format baru dengan nama Premier League -- Liga Primer Inggris -- dengan mengklasifikasikan yang terdegradasi ke divisi dua yang disebut Championship. Sejak itu, Swansea terus berkutat di ajang kelas dua tersebut.

Pada 2005, Swansea City resmi memainkan pertandingan kandang pertama mereka di markas baru, Liberty Stadium, stadion yang juga dimiliki bersama dengan klub olahraga rugby, Ospreys Rugby Union Club, setelah sebelumnya "rumah" Swansea bermukim di Vetch Field.

Para pemuja Swansea dikenal dengan sebutan 'Jacks'. Satu alasan kuat kenapa dinamakan demikian, sebab selama abad ke-17 para pelaut yang berasal dari kota Swansea sangat dihormati dan dengan karena reputasinya yang elegan.

Tepat di musim kemarin 2010/11 setelah 29 tahun tenggelam di ajang Championship, Swensea akhirnya kembali mengalami keberhasilan besar dengan sanggup mengamankan tiket promosi ke Liga Primer Inggris melalui babak play-off setelah finis di posisi ketiga Championship. Di samping mereka naik kasta, klub berjuluk The Swans ini membuat catatan sejarah baru dengan menahbiskan diri sebagai klub asal Wales pertama yang bermain di level teratas sepakbola Inggris.

Swansea juga menjadi klub ke-45 yang berkancah di kompetisi ini sejak beralih format pada 1992.
Catatan Prestasi
1 kali juara League One (2007/08)

2 kali juara Divisi Tiga Selatan - tier 3 (1924/25, 1948/49)

1 kali juara Divisi Tiga - tier 4 (1999/00)

2 kali juara Football League Trophy (1994, 2006)

10 kali juara Welsh Cup (1913, 1932, 1950, 1961, 1966, 1981, 1982, 1983, 1989, 1991)

2 kali juara FAW Premier Cup (2005, 2006)

sejarah wigan Athletic

Periode awal (1932-1995)

Wigan Athletic Football Club didirikan pada tahun 1932 menyusul dibubarkannya Wigan Borough tahun sebelumnya. Wigan Athletic sendiri sudah merupakan upaya pendirian klub kelima setelah - Wigan County, Wigan United, Wigan Town, Wigan Rovers dan Wigan Borough yang kesemuanya bubar.



Wigan membuat sejarah ketika mereka mengalahkan Carlisle United 6-1 di babak pertama Piala FA musim 1934-1935. Itu adalah rekor kemenangan terbesar suatu klub non liga atas klub anggota liga. Rekor itu bertahan hingga kini.



Pada tahun 1978 Wigan baru menjadi anggota Football League setelah terpilih masuk mengikuti divisi 4 menggantikan Southport yang terdegradasi. Setelah itu mereka banyak menghabiskan waktunya di kompetisi divisi 3 selama 10 tahun.


Sang Penyelamat, Dave Whelan

Pada tahun 1995, seorang jutawan lokal bernama David Whelan datang untuk mengambil alih kepemilikan klub. Saat itu Wigan masih bermain di divisi 3 (divisi 4 jika ditambah liga premier). Ambisi Whelan tidak main-main, ia ingin membawa Wigan untuk masuk ke Premiership, suatu pernyataan yang banyak ditertawakan orang pada waktu itu.



Langkah pertama Whelan terwujud pada tahun 1997 kala mereka menjuarai divisi 3 dan promosi ke divisi 2 dibawah manager John Deehan. Langkah mereka di divisi 2 terbukti jauh lebih berat walaupun begitu dengan gagah mereka sempat masuk playoff beberapa kali. Pergantian manager pun bergulir dari Deehan ke Ray Mathias, John Benson, Bruce Rioch, Colin Greenall dan Steve Bruce (kembali menjadi manager mereka nantinya). Kesemuanya belum mampu mengangkat Wigan keluar dari divisi 2. Steve Bruce sendiri meninggalkan Wigan untuk menjadi manager Crystal Palace pada saat dimana Wigan hampir dekat dengan promosi, ini yang membuat fans Wigan marah dan kecewa padanya saat itu.



Paul Jewell, mantan pemain Wigan, datang mengambil alih kursi manager dari Steve Bruce pada tahun 2001. Setahun berikutnya, tepatnya pada musim 2002-2003, Wigan menjuarai divisi 2 dan promosi ke divisi 1 (championship). Musim berikutnya, debut Wigan di divisi satu 2003-2004 mengejutkan orang dan mereka meraih posisi 7 klasemen, hanya 1 rangking lagi untuk masuk zona playoff. Musim 2004-2005, Wigan semakin mantap kali ini dan mereka akhirnya mencapai posisi runner up divisi satu dan berhak atas promosi ke Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah. Mimpi Whelan pun tercapai, 10 tahun sejak dia menyatakan ambisinya.



Debut di Premiership 2005-2006 juga cukup sensasional. Mereka sempat berada di posisi runner up liga sampai bulan November 2005. Performa bagus mereka juga diikuti di ajang Piala Liga, dimana mereka menembus sampai final dimana akhirnya mereka dikalahkan Manchester United 0-4. Di liga, mereka akhirnya menduduki peringkat 10 klasemen, suatu pencapaian yang baik sekali untuk tim yang baru promosi.



Musim 2006-2007 diawali dengan penjualan pemain bintang Wigan, seperti Jimmy Bullard (ke Fulham), Graham Kavanagh (ke Sunderland), Jason Roberts (ke Blackburn) dan Pascal Chimbonda (ke Tottenham). Sebagai gantinya mereka menarik Emile Heskey, Denny Landzaat, Chris Kirkland, Antonio Valencia, Kevin Kilbane, David Cotterill, Fitz Hall dan Emmerson Boyce. Pergantian materi tim yang cukup besar membawa pengaruh dengan performa Wigan yang tidak stabil. Beruntung akhirnya mereka bisa selamat pada pertandingan terakhir liga dengan menang melawan calon degradasi lainnya, Sheffiel United, dengan skor 2-1 walaupun harus bertanding dengan 10 pemain. Dengan kemenangan itu membuat Wigan duduk di peringkat 17 liga, satu peringkat diatas zona degradasi. Pada Mei 2007, Paul Jewell mengundurkan diri dan digantikan oleh asistennya Chris Hutchings.



Musim 2007-2008, Hutchings membawa masuk pemain-pemain berpengalaman seperti Titus Bramble, Antoine Sibierski, Mario Melchiot, Carlo Nash, Jason Koumas, Michael Brown, Andreas Granqvist dan memperpanjang kontrak peminjaman Antonio Valencia. Hutchings melepas pemain seperti Arjen De Zeeuw, Henri Camara (dipinjam) dan duo favorit fans Wigan, Lee McCulloch serta Leighton Baines. Pada awal liga mereka sebetulnya sempat bermain dengan cemerlang namun kemudian performa klub mulai menurun drastis saat memasuki bulan September 2007. Dengan posisi Wigan yang terletak di zona degradasi, Hutchings akhirnya dipecat dan digantikan sementara oleh asistennya Frank Barlow. Namun performa Wigan tidaklah terangkat, mereka kalah telak 0-4 saat tandang melawan Tottenham.



Pada 19 November 2007, klub mengumumkan bahwa Steve Bruce, manager Birmingham saat itu, telah kembali menjadi manager Wigan yang baru. Bruce dikabarkan mendapatkan gaji 2 juta pounds/tahun dan mempunyai misi untuk menyelamatkan Wigan dari degradasi. Wigan juga dikabarkan harus membayar 3 juta pounds kepada Birmingham sebagai kompensasi. Di awal tugasnya Steve Bruce, Wigan seri 1-1 dengan Manchester City di kandang untuk kemudian kalah mengkhawatirkan 1-4 dari rival mereka, Bolton. Performa Wigan baru sedikit terangkat setelah itu dengan kemenangan 5-3 atas Blackburn. Dengan penampilan yang mulai stabil, akhirnya Bruce berhasil membawa Wigan duduk di posisi 14 dan selamat dari degradasi.



Musim 2008-2009 diawali Bruce dengan pembelian beberapa pemain kunci bekas klubnya, Birmingham City, yaitu : Olivier Kapo dan Daniƫl de Ridder. Bruce juga menarik Lee Cattermole dari Middlesbrough dan meminjam pemain bertalenta Mesir, Amr Zaki.


 

sejarah Queens Park Rangers

Queens Park Rangers Berdiri: 1882
Telepon: -
Surat Elektronik: website@qpr.co.uk
Laman Resmi: http://www.qpr.co.uk
Ketua: Tony Fernandes
Direktur: John MacDonald, Rebecca Caplehorn
Stadion: Loftus Road
Sejarah Singkat
QPR terbentuk pada 1882, sebagai gabungan dari dua tim St Jude's dan Christchurch Rangers, sedangkan nama Queens Park Rangers dipilih karena sebagian besar pemain berasal dari daerah Queen's Park di London Barat Laut. QPR baru menetap di Loftus Road pada 1917, meskipun kemudian bermain di stadion White City pada tahun 1931-33 dan musim 1962/63. Sebelum di Loftus Road, QPR bermain di hampir 20 stadion berbeda yang menjadi rekor liga hingga saat ini.

QPR berkutat di sekitar Divisi Dua dan Tiga hingga kemudian mencetak sejarah sebagai klub Divisi Tiga pertama yang menjadi juara Piala Liga pada 1966/67, saat mengalahkan West Bromwich Albion 3-2 setelah sempat tertinggal 2-0 di Wembley, yang untuk pertama kalinya menggelar final Piala Liga.

Gelar ini seperti membangkitkan QPR. Musim 1968/69 menjadi musim pertama mereka tampil di kasta tertinggi liga sepakbola Inggris. Sayangnya, mereka hanya bertahan satu musim dan kemudian ditinggalkan mantan pelatih timnas Inggris Terry Venables untuk menjadi pemain Tottenham Hotspur.

Dan setelah sempat terjerembab empat musim di Divisi Dua, manajer Dave Sexton berhasil membawa QPR menuju prestasi tertinggi di liga hingga kini, yakni peringkat dua Divisi Satu pada musim 1975/76, dengan tim yang terdiri dari tujuh pemain membela timnas Inggris, negara-negara Inggris Raya, dan Maroko. Sexton juga sempat membawa QPR ke semi-final Piala Liga dan perempat-final Piala UEFA sebelum hengkang pada 1977 dan QPR kembali ke Divisi Dua pada 1979.

Era kejayaan berikutnya berada di bawah asuhan Venables. Saat masih berada di Divisi Dua pada 1982, QPR lolos ke final Piala FA untuk pertama dan terakhir kali dalam sejarah mereka hingga saat ini, dan kemudian menjadi juara Divisi Dua di musim berikutnya 1982/83 untuk kembali ke Divisi Satu. Venables akhirnya hijrah ke Barcelona setelah QPR sukses duduk di posisi kelima dan lolos ke Piala UEFA pada musim berikutnya.

Setelah sempat tampil di final Piala Liga 1986 dan kalah dari Oxford United, QPR menjadi bagian dari tim-tim yang berlaga di musim perdana Liga Primer Inggris pada 1992/93, dan menjadi tim terbaik dari London dengan duduk di peringkat lima.

Dijualnya Les Ferdinand ke Newcastle United pada Juli 1995 menjadi awal keterpurukan QPR di akhir 1990-an dan dekade 2000. QPR terdegradasi di musim 1995/96 dan berlaga di Divisi Satu hingga 2001 hingga akhirnya terjatuh ke kasta ketiga sepakbola Inggris untuk pertama kali dalam lebih dari 30 tahun.

Kejatuhan ini diperparah dengan kebangkrutan mereka sebelum dibeli duet pebisnis Formula Satu Flavio Briatore dan Bernie Ecclestone. Investasi tambahan pada awal 2008 mencanangkan target masuk ke Liga Primer Inggris dalam empat tahun. Namun, prestasi tetap tak membaik dan manajer demi manajer bergantian menduduki Loftus Road hingga akhirnya Neil Warnock diangkat pada Maret 2010 dan mewujudkan mimpi QPR untuk tampil di Liga Primer Inggris 2011/12. Mimpi itu hampir sirna jika saja QPR dihukum pengurangan poin akibat masalah transfer Alejandro Faurlin, dan beruntung mereka hanya diganjar denda £875.000.
Catatan Prestasi
2 kali juara Divisi Championship (1982/83, 2010/11)

2 kali juara Football League Divisi Dua (1947/48, 1966/67)

1 kali juara Piala Liga (1966/67)